Mengenal Fobia Sosial Dan Penyebabnya

Bagi sebagian orang, mungkin istilah fobia sosial sudah tidak asing lagi. Fobia sosial adalah sebuah kondisi dimana seseorang memiliki masalah dengan kehidupan sosial mereka. Biasanya penderitanya seringkali merasa bahwa disekitarnya terdapat semacam gangguan kecemasan sosial sehingga mereka akan selalu merasa cemas, ketakutan, bahkan khawatir akan penilaian atau pandangan orang terhadap dirinya. Biasanya mereka akan merasa selalu berhati-hati dalam bertindak karena mereka takut akan penilaian negatif yang mungkin akan mereka dapatkan sehingga mereka merasa, apa yang dikatakan atau dilakukan akan ditolah oleh orang disekitarnya. Sehingga mereka cenderung menganggap dirinya sendiri sebagai seseorang yang bodoh, canggung, atau bahkan membosankan dimata orang lain. Dan situasi ini tentunya akan berdampak pada interkasi sosial si penderitanya. Si penderita fobia sosial biasanya akan menghindari situasi sosial dimana banuak orang disekitar mereka. Kerika mereka sudah terlanjur berada di tengah keramaian, mereka biasanya akan mulai merasa takut, ritme jantung yang tidak teratur, mual, berkeringat, bahkan apabila fisik tidak kuat. Mereka bisa saja kehilangan kesadaran mereka. Jadi bisa dibayangkan bukan? Bagaimana si penderita ini sangat merasa kesulitan dengan kehidupan sosial mereka. Lalu sebenarnya, apa saja penyebab yang menjadi faktor utama mengapa seseorang bisa mengalami fobia sosial.

  • Pengalaman hidup yang menyakitkan

Penyebab utama yang biasanya dirasakan oleh sebagian besar penderita ini mungkin tidak disadari oleh orang disekitar mereka. Sehingga mereka menganggap bahwa hal tersebut adalah hal biasa dan tidak berdampak apapun. Namun pada kenyatannya, pengalaman hidup yang dirasakan oleh masing-masing individu bisa berdampak beragam. Apalagi jika orang tersebut mudah merasa stress dan cemas akan pengalaman yang membahayakan kelangsungan hidupnya. Maka biasanya mereka akan merasa tertekan, dan trauma.

  • Trauma semasa kecil

Mungkin banyak yang tidak menyadari penyebab yang kedua ini. Padahal, pada umumnya sebagian besar penderitanya memiliki masalah dengan kejadian masa kecil yang tidak bisa terlupakan. Seperti broken home, sering melihat orang tua bertengkar, dan kejadian-kejadian lainnya yang membuat si penderita ini enggan berinteraksi dengan orang lain. Mereka merasa, bahwa diam adalah hal terbaik yang bisa mereka jalankan.

  • Adanya kekerasan fisik, seksual, atau emosional
kekeraan

Karena fobia sosial adalah salah satu penyakit yang dipengaruhi oleh lingkungan. Adanya bulliying yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab membuat si korban merasa tidak ingin menunjukan diri mereka. Sehingga mereka tidak akan terus-terusan menjadi bahan bulliying oleh orang-orang disekitarnya. Bahayanya, jika pengaruh bulliying ini sudah semakin besar. Orang yang menjadi korban biasanya akan merasa terkucilkan, dan bahkan ada beberapa kasus yang menunjukan bahwa mereka sebaiknya menghilang daripada harus menjadi bulan-bulanan orang-orang yang tidak bersikap baik padanya.

  • Merasa kehilangan

Merasa kehilangan yang dimaksudkan disini adalah, kehilangan orang-orang yang disayangi. Sehingga mereka merasa ditinggalkan sendiri di dunia ini. Mereka cenderung merasa sepi dan tidak ada gairah lagi untuk hidup. Itulah mengapa kita sebagai orang yang berada disekitarnya, harus memberikan semangat untuk hidup. Sehingga mereka tidak akan merasa kehilangan dan ditinggalkan.

Bagi anda yang mulai merasa tidak percaya diri akan diri anda, ada baiknya jika anda memulai kembali percakapan dengan orang-orang yang ada disekitar anda. Sering-seringlah bercerita akan masalah yang sedang anda hadapi. Jika memang tidak ada teman, keluarga, ataupun orang terdekat anda yang mendengarkan anda. Cobalah untuk menghubungi psikolog, karena mereka akan dengan senang hati menjadi teman cerita anda. Jangan sampai fobia sosial yang anda rasakan justru membuat anda merasa sendiri dan kehilangan.

Sumber :

https://lifestyle.kompas.com

https://pijarpsikologi.org

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *